Secara etimologis, kata Arab berasal dari kata ‘araba yang berarti bergoyang atau mudah berguncang, ibarat gerak kereta kuda di jalanan buruk. Kata itu berubah menjadi kata i’rab dalam tata bahasa Arab (nahwu dan shorof) yang merupakan sistem perubahan bentuk kata sesuai penggunaannya, misalnya; ‘araba, ya’rabu, i’rab. Olehnya itu, mereka disebut bangsa Arab karena memiliki temperamen yang panas dan emosi yang labil. Pengertian tersebut menunjukkan gambaran yang stereotipik belaka, (Su’ud, 2003).