Deni, murid kelas VIII di sebuah SMP, pada suatu Minggu malam nyaris tak bisa tidur. Pasalnya, keesokan harinya ia memperoleh tugas untuk membacakan teks Pancasila pada upacara sekolah. Bagi Deni, teks Pancasila sudah hafal di luar kepala, tetapi bisa saja ia keseleo saat mengucapkan di depan pasukan upacara. Bisa saja grogi membuat lima sila yang dihafalkannya itu jadi menghilang atau terbolak-balik.