Perubahan, kebudayaan, dan agama, merupakan tema yang menarik untuk dikaji secara antropologis mengingat masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan masyarakat majemuk dalam segala aspek kehidupan. Bagaimana perubahan, kebudayaan, dan agama menjadi sumber konflik dalam kehidupan berasyarakat di Indonesia. Tulisan ini menelusuri kedudukan perubahan, kekuasaan, dan agama melalui penelusuran kepustakaan untuk memahami nilai analitis yang bersifat heuristik dalam konteks antropologi kekuasaan