Salah satu tantangan untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif adalah sikap diskriminatif yang berdasarkan pada stereotype. Kita hidup dengan asumsi-asumsi yang sebagian tidak pernah punya dasar selain dari generalisasi dan, lebih parah lagi, ‘normalisasi’. Tunadaksa tanpa tangan pasti tidak bisa bermain musik karena ‘normalnya’ orang bermain musik dengan tangan. Tundaksa tanpa tangan pasti tidak dapat menjadi pilot karena mereka yang memiliki tangan saja belum tentu dapat menerbangkan pesawat