Studi kolaboratif pertama oleh P2P dan INFID ini mengambil fokus pada posisi 12 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 terhadap isu ketimpangan.Diletakkan dalam latar pasca reformasi di Indonesia 1998, maka fokus pada posisi 12 parpol ditelaah dari bagaimana isu ketimpangan direpresentasikan dalam platform partai politik. Dalam studi ini partai politik dilihat memiliki dua sisi: sebagai bagian dari persoalan dan juga bagian dari solusi. Dalam dimensi parpol sebagai persoalan, sudah marak dikaji bagaimana parpol tidak lain menjadi arena kompetisi self interest dari elite‐elitenya.