Buku ini dipahami sebagai langkah “menuju dua arah”: pertama, mendekonstruksi wacana Kewarganegaraan Liberal; dan kedua, mengkonstruksi identitas baru kewarganegaraan. Mendekonstruksi tapi sekaligus mengkonstruksi adalah wujud dislokasi dari wacana kewarganegaraan. Identifi kasi berbagai elemen demokratis yang tidak tersimbolisasi dalam wacana Kewarganegaraan Liberal melahirkan subversi terhadap tatanan simbolik tersebut. Subversi terhadap Liberalisme secara positif mendorong terjalinnya artikulasi elemen-elemen demokratis dalam wacana kewarganegaraan agonistik.