Peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga sangat diperlukan jaman ini. Keluarga sebagai Gereja kecil dibina dengan serius agar tercapai kebahagiaan, seperti yang tercantum dalam tujuan perkawinan. Keharmonisan dapat terjalin apabila pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan baik secara fisik maupun mental. Satu hal yang menjadi tolok ukur secara fisik adalah usia laki-laki dan perempuan saat menikah sesuai dengan ketentuan Gereja dan pemerintah. Kenyataan yang terjadi di Stasi Santo Yohanes Pimping banyak keluarga katolik yang menikah muda atau menikah di bawah umur. Ada banyak faktor yang menyebabkan nikah muda yaitu ekonomi keluarga, hamil di luar nikah, budaya nikah muda, dan kurangnya pendidikan iman dalam keluarga.