Tulisan ini berupaya membangun isu-isu penting seputar pelayanan dan pengembangan fasilitas bagi kaum difabel, terutama di perguruan tinggi. Dalam tiga dekade terakhir, proses perubahan dan pergeseran makna dan paradigma difabilitas baik di ranah nasional maupun internasional, mampu membawa dampak signifikan terhadap arah kebijakan dan agenda gerakan disabel (disability movement) serta kajian-kajian akademis yang mendukungnya. Hal ini penting, karena kaum difabel semestinya memiliki peran dan kesempatan yang sama untuk mengeksplorasi potensinya, khususnya mengenyam pendidikan tinggi dan bekerja