Anak tunarungu merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang memiliki hambatan dalam komunikasi dan interaksi. Hal ini dikarenakan kondisi anak yang sebagian atau seluruh organ pendengarannya mengalami kerusakan dan berdampak kompleks pada kondisi anak. Terdapat beberapa dampak dari ketunarunguan yang dialami pada anak, diantaranya adalah mereka terlambat dalam memperoleh bahasa sehingga sulit dalam berkomunikasi dan berinteraksi, kurangnya pemahaman bahasa yang dimiliki anak tunarungu menyebabkan terdapatnya kesalahan penafsiran dalam memandang sesuatu yang dilihatnya, dan di lingkungan masyarakat pada umumnya melihat anak berkebutuhan khusus seperti tunarungu sebagai anak yang memiliki kekurangan sehingga sedikit tersisihkan dari masyarakat (Winarsih, 2007)