Dalam berbagai tulisan saya, antara lain Suparlan (2001a, 2001b), telah saya tunjukkan bahwa penekanan corak masyarakat majemuk, atau bhinneka tunggal ika Indonesia didasarkan pada kesukubangsaan yang mengacu pada kelompok-kelompok atau masyarakat-masyarakat sukubangsa2 dengan masing-masing kebudayaannya