Sebagai buku agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajarannya dinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Urutan pembelajaran dirancang dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswa. Dengan demikian, materi buku ini bukan untuk dibaca, didengar, ataupun dihafal baik oleh siswa maupun guru, melainkan untuk menuntun apa yang harus dilakukan siswa bersama guru dan temanteman sekelasnya dalam memahami dan menjalankan ajaran agamanya.