Perkembangan teknologi e-learning sudah sangat pesat, hal ini ditandai dengan munculnya sejumlah perangkat lunak seperti: moodle, Atutor, LRN, Dukeos dan lain sebagainya, disisi lain adanya keterbatasan e-learning dapat menghambat kemajuan proses pembelajaran, dimana hambatan yang muncul adalah dalam mengoperasionalkan proses pembelajaran dan proses kognitif mahasiswa. Sistem e-learning adaptif dikembangkan atas asumsi bahwa model pembelajaran individual mampu memberikan hasil yang lebih baik dari pada model pembelajaran lainnya. Digunakan Jaringan Bayesian dalam menentukan model pengguna dan dipilih Model Gaya Belajar Dunn & Dunn untuk menentukan ke-adaptif-an sebuah e-learning.