Pramoedya Ananta Toer (1999) melalui proses kreatifnya (kepengarangannya) berusaha mengungkapkan kembali peristiwa sekitar abad ke-13 sebagai sebuah sindiran (satire) sejarah masa kini (abad 20-an) yang konon menurut sang pengarang berulang lagi; yaitu sebuah kudeta kekuasaan.1 ‘Kisah Arok Dedes’ ini merawikan peristiwa kudeta pertama dalam sejarah Nusantara. Pararaton atau Kat