Hipertensi dapat menimbulkan kerusakan pada berbagai organ jika tidak mendapat tatalaksana memadai. Sejumlah tatalaksana non farmakologis disarankan sebagai terapi komplementer hipertensi, salah satunya terapi musik. Musik memodulasi sistem limbik. Hasil penelitian menunjukkan musik tempo lambat dapat menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik instrumental tempo lambat yang disukai dan yang tidak disukai terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Desain quasieksperimen digunakan terhadap 29 pasien hipertensi derajat 1 yang ditentukan secara consecutive sampling