Indonesia adalah tanah yang penuh dengan konflik sosial. Ungkapan ini tidak berlebihan jika mengacu pada catatan data lembaga swadaya masyarakat “Imparsial” yang berfokus pada pengembangan hak-hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Data tersebut mencatat bahwa pada tahun 2008 setidaknya ada 1136 konflik kekerasan massal di Indonesia dengan rata-rata 3 kejadian setiap hari. Data tersebut dapat dirinci sebagai berikut: penghakiman massa terjadi 338 kali (30%), tawuran massal terjadi 240 kali