Kalimat pertama sebagai pembukaan bukunya yang ditujukan kepada orang-orang Belanda, Willem Oltmans menggebrak pembaca dengan, ‘Menulis buku tentang Presiden Soekarno, musuh bebuyutan kita (kita di sini adalah masyarakat Belanda) yang nomor satu, tetap merupakan petualangan yang berbahaya biar pun seratus tahun sejak kelahirannya dan seperempat abad setelah kematiannya’.